Rotating X-Steel Pointer

Selasa, 06 April 2010

STRATEGI OPERASI UNTUK BARANG DAN JASA


A. PENDAHULUAN
Perusahaan mempunyai permasalahan yang sangat penting bagaimana mereka dapat memuaskan kebutuhan pelanggan mereka. Hal ini disebabkan karena kebutuhan pelanggan sangat bergam, dari produk-produk berwujud, hingga produk estetika dan psikologis. Perusahaan dapat memuaskan kebutuhan ini dan keinginan ini dengan mengembangkan dan mencapai misi dan strategi yang bisa jadi berbeda sesuai dengan pelanggan yang dilayani.
Jelasnya setiap strategi perusahaan berbeda-beda. Strategi dibangun dibawah baying-bayang tantangan dan peluang dalam lingkungan dan kekuatan dan kelemahan organisasi. Dengan demikian setiap strategi adalah sebuah upaya untuk menjawab pertanyaan penting bagi sebuah perusahaan: “Bagaimana kita memuaskan pelanggan?”. B. MODEL PENGEMBANGAN MANAJEMEN STRATEGI OPERASIONAL Startegi Manajemen opersional merupakan bayangan dari visi atau fungsi operasi dari perangkat pendorong atau penentu arah untuk pengambilan keputusan. Strategi setiap perusahaan berbeda-beda, namun strategi dibangun berdasarkan tantangan, peluang, kekuatan dan kelemahan organisasi. Tujuan strategi manajemen opersional adalah menghubungkan strategi bisnis dengan pengambilan keputusan dibagian opersi. Hasilnya adalah sebuah pola pengambilan keputusan yang tatep setia pada azas. Merancang strategi operasi banyak pendekatan yang dapat ditempuh tetapi harus mengacu pada strategi bisnis perusahaan, antara lain :
1. Model strategi operasi sebagai suatu pilihan
2. Model Strategi opersi sebagai Tindak Lanjut dari Strategi perusahaan
3. Model Pengembangan Strategi Manajemen Operasional

I. Pengamatan Lingkungan Lingkungan merupakan factor yang terpenting untuk menunjang keberhasilan organisasi dalam persaingan. Banyak organisasi mengalami kegagalan dalam melaksanakan aktivitas bisnis disebabkan karena kegagalan untuk memahami dan mengidentifikasi secara benar lingkungan dimana mereka berada. Buku “The Art of War” oleh Sun Tzu mengatakan : ketahuilah musuh, diri sendiri, daerah dan cuaca dengan baik maka akan diperoleh kemenangan total. Dalam menentukan tujuan, sasaran, dan strategi-strategi yang diambil, diperlukan suatu analisis mendalam serta menyeluruh mengenai lingkungan perusahaan dimana berada. Analisis lingkungan dapat dibedakan atas dua bagian yaitu :

1. Analisis Lingkungan Eksternal Lingkungan eksternal terdiri dari variabel-variabel (Peluang dan Ancaman) yang berada di luar organisasi dan tidak secara khusus ada dalam pengendalian jangka pendek dari manjemen puncak. Lingkungan eksternal meliputi : Lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok yang secara langsung berpengaruh/dipengaruhi oleh operasi utama organisasi. Elemen lingkungan kerja meliputi : pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus dan asosiasi perdagangan. Lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum, dimana kekuatan ini tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi tetapi dapat/sering mempengaruhi keputusan jangka pendek. Lingkungan sosial tersebut meliputi : kekuatan-kekuatan ekonomi, sosiokultural, teknologi dan politik, hukum dalam hubungannya dengan lingkungan perusahaan secara keseluruhan.
2. Analisis Lingkungan Internal Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel (Kekuatan dan Kelemahan) yang ada di dalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel lingkungan internal meliputi : Struktur adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja yang sering disebut rantai kerja. Budaya adalah pola keyakinan, pengharapan dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi secara khusus memunculkan dan mendefinisikan perilaku yang diterima semua anggota organisasi. Sumber daya adalah asset yang merupakan bahan baku bagi poduksi barang dan jasa organisasi yang meliputi : keahlian orang, kemampuan dan bakat manajerial, asset keuangan dan fasilitas pabrik.

II. Perumusan Strategi
Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk efektifitas manajemen yang didasari oleh peluang dan acaman lingkungan yang dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan strategi perusahaan meliputi : 1. Misi Misi organisasai adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi hidup. Pernyataan misi yang disusun dengan baik mendefenisikan tujuan mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Misi memberitahukan “siapa kita dan apa yang kita lakukan”, misi dapat ditetapkan secara sempit atau secara luas. Misi perusahaan kiranya dapat didefinisikan sebagai suatu maksud yang mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan-perusahaan yang sejenis dan yang mengisyaratkan lingkup opersinya dengan menyatakan barang atau jasa yang dihasilkan serta pasar yang dilayani”. Misi perusahaan bermaksud menjawab pertanyaan “what business are we in ?”. Oleh karena itu misi perusahaan penting karena : �� Menjamin kesatuan pendapat mengenai maksud perusahaan; �� Memberikan dasar guna mendorong penggunaan sumberdaya yang optimal; �� Memberikan standar pengalokasian sumberdaya organisasi; �� Menciptakan sikap serta pandangan yang senada; �� Memudahkan pengenalan/penjabaran maksud perusahaan dalam tujuan-tujuan lebih terinci. 2. Tujuan Tujuan adalah hasil akhir aktivitas perencanaan. Tujuan merumuskan apa yang akan diselesaikan, kapan akan diselesaikan dan sebaiknya diukur jika memungkinkan. W.F. Glueck & L.R. Jauch mendefinisikan tujuan perusahaan adalah suatu sasaran akhir yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui kehadiran/keberadaan dan operasinya. Tujuan perusahaan ditetapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor : stakeholders; realitas sumberdaya perusahaan dan konfigurasi kekuasaan internalnya; sistem nilai manajemen puncak dan pengalaman historikal perusahaan. Tujuan perusahaan bermaksud menjawab pertanyaan “Why are wi in business ?”, oleh sebab itu tujuan perusahaan penting karena : �� Membantu perusahaan untuk memahami dirinya dalam kaitan dengan lingkungannya; �� Membantu mengkoordinasikan pengambilan keputusan; �� Memberikan tolak ukur bagi penilaian perusahaan; �� Memperjelas sasaran perusahaan yang hendak dicapai.
3. Strategi Strategi perusahaan merupakan rumusan perencanaan komprehensip tentang bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Strategi akan memaksimalkan keunggulan komparatif dan meminimalkan keterbatasan bersaing. Secara singkat strategi perusahaan adalah suatu rencana yang merupakan satu kesatuan (unified) yaitu mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu, bersifat luas (comprehensive) yaitu meliputi semua aspek penting dalam perusahaan, dan terpadu (integrated) yaitu semua bagian strategi selaras dan serasi antara satu dengan yang lainnya. Strategi dapat dibuat untuk menjamin bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan semestinya. Selanjutnya strategi yang dinyatakan atau strategi yang eksplisit adalah strategi yang dengannya beberapa hal dapat diperdebatkan. Akan tetapi investigasi lebih lanjut barangkali menyatakan adanya strategi implisit yang sangat berbeda. 4. Kebijakan Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan organisasi secara keseluruhan serta menghubungkan perumusan strategi dan implementasi. Kebijakan adalah petunjuk-petunjuk untuk bertindak dalam organisasi, kebijakan menunjukan bagaimana sumberdaya-sumberdaya yang ada dalam perusahaan harus dialokasikan dan bagaimana tugas-tugas yang diserahkan kepada bagian-bagian dalam perusahaan agar dapat dilaksanakan dengan baik sehingga manajer pada tingkat fungsional dapat menjalankan strategi sebagaimana mestinya.

III. Implementasi Strategi
Implementasi strategi adalah proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. 1. Program Program adalah pernyataan aktivitas-aktivitas atau langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai. Program pada dasarnya telah menggambarkan rencana yang kongkrit. Rencana konkrit karena di dalam program sudah tercantum baik sasaran, kebijakan, prosedur, waktu maupun anggarannya. Jadi program merupakan usaha untuk mengefektifkan rangkaian tindakan yang harus dilaksanakan menurut bidangnya masing-masing. Program melibatkan restrukturisasi perusahaan, perubahan budaya internal perusahaan atau awal dari usaha penelitian baru.
2. Anggaran Anggaran adalah program yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang, dimana setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya yang dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan. Lebih jelasnya budget (anggaran) adalah suatu rencana yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran yang akan dilakukan pada setiap bidang atau Program yang disusun secara kualitatif yang sistematis dalam bentuk formal untuk mencapai suatu tujuan pada masa yang akan datang. Ada beberapa syarat pokok yang harus diperhatikan dalam penyusunan budget yaitu “realistis, fleksibel/luwes, dan kontinyu.
3. Prosedur Prosedur sering disebut Standar Operating Procedures (SOP). Prosedur adalah sistem langkah-langkah atau teknik-teknik yang berurutan yang mengambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan di selesaikan. Prosedur secara khusus merinci berbagai aktivitas yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan program-program perusahaan.

IV. Evaluasi dan Pengendalian
Evaluasi dan pengendalian adalah proses penilaian dari pelaksanaan aktivitas-aktivitas perusahaan atau pemantauan terhadap hasil kinerja yang diperoleh berdasarkan perbandingan antara kinerja yang sesungguhnya dengan kinerja yang diinginkan. Para manajer disemua level menggunakan informasi hasil kinerja untuk melakukan tindakan perbaikan dan memecahkan masalah. Walaupun evaluasi dan pengendalian merupakan elemen akhir yang utama dari manajemen strategi, elemen ini juga dapat menunjukan secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk dimulainya kembali. Dalam praktek, komponen manajemen strategi dikerjakan sesuai dengan urutan fungsi pokok manajemen yaitu perencanaan, implementasi dan pengawasan. Oleh karena itu secara metodologis manajemen strategi terdiri dari tiga proses yang saling berhubungan dan tidak terputus yaitu perumusan (formulasi), implementasi (eksekusi) dan proses pengawasan (pengendalian) strategi yang didasarkan realitas kondisi lingkungan. Proses yang terakhir diperlukan untuk memberikan masukan (feed back) bagi proses perencanaan berikutnya. C. ISU-ISU STRATEGI OPERASI Setelah perusahaan menetapkan misi, mengembangkan dan menerapkan strategi tentunya menuntut manajer operasional untuk mempertimbangkan sejumlah isu. Kita mengkaji isu tersebut kedalam tiga cara yaitu : 1. Mencermati kondisi kemampuan opersional perusahaan dan kebutuhan pelanggan yang dapat diukur dan dievaluasi dengan cara: a. Mutu produk yang tinggi (relative terhadap pesaing) b. Pemanfaatan kapasitas yang tinggi c. Efektifitas operasi yang tinggi (rasio produktivitas pekerjaan terhadap aktualisasi) d. Intesitas investasi yang rendah (jumlah modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan dalam penjualan) e. Biaya langsung perunit yang rendah (relative dalam persaingan).
2. Identifikasi sebagai prakondisi untuk mengembangkan strategi manajemen opersioanl yang efektif yaitu : a. Lingkungan sekarang dan yang sedang berubah, yaitu kondisi ekonomi dan teknologi dimana perusahaan beruapaya menerapkan strateginya. b. Permintaan kompetitif yang menuntut manajer operasi mengidentifikasi para pesaing sekaligus kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. c. Mengetahui strategi persaingan, sehingga stretegi operasi bisa diranceng dan diterapkan untuk mendukung strategi. d. Daur gidup produk, yang menunjukkan akan seperti apa strategi operasi nanti. 3. Manajer operasi harus mengidentifikasi posisi setiap produk dalam daur hidup produknya. Kita telaah dinamika pengembangan strategi manajemen opersional yang selalu berubah karena 2 alasan yaitu: 1. Startegi bersifat dinamis karena perubahan dalam organisasi. 2. Starategi adalah dinamis karena perubahan dalam lingkungan.