Rotating X-Steel Pointer

Rabu, 24 November 2010

Audit Siklus Pengeluaran : Pengujian Substantif Aktiva Tetap

Aktiva tetap ( fixed assets ) disebut juga Property, Plant and Equiement sifat atau ciri aktiva tetap antara lain: tujuan dari pembeliannya bukan untuk dijual kembali atau diperjualbelikan sebagai barang dagangan, tetapi untuk dipergunakan dalam, kegiatan operasi perusahaan, mempunyai masa manfaat lebih dari 1o tahun, jumlahnya cukup material.
Adapun audit prosedur atas aktiva tetap mempunyai 7 tujuan antara lain: emeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik, apakah aktiva tetap yang tercantum dalam neraca benar-benar ada, penambahan aktiva tetap dalam tahun berjalan betul-betul merupakan suatu capital expenditure yang diotorisasi, memeriksa apakah disposal ( penarikan ) aktiva tetap sudah dicatat dengan benar dibuku perusahaan, memeriksa apakah pembebanan penyusutan dalam tahun (periode) yang diperiksa dilakukan sesuai dengan SAk dan konsisten, ada tidaknya aktiva tetap yang] ijadikan sebagai jaminan.
Program pengujian substantive terhadap saldo aktiva tetap berisi prosedur audit yang dirancang untuk mencapai tujuan audit seperti yang diuraikan diatas. Prosedur, audit diklasifikasikan menjadi empat golongan: prosedur audit awal, prosedur analitik, pengujian terhadap transaksi rinci pengujian terhadap akun rinci dan verifikasi penyajian dan pengungkapan yang masing-masing prosedur tersebut akan dibahas ke dalam tabel benkut:




Proses Audit
Kertas kerja Tanggal pelaksanaan Pelaksanaan
Prosedur Audit Awal
1. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun aktiva tetap yang akan diuji lebih lanjut
a. Usut saldo aktiva tetap yang tercantum dineraca ke saldo akun aktiva tetap yang bersangkutan dibuku besar
b. Hitung kembali saldo akun aktiva dibuku besar
c. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun aktiva tetap dan akumulasi depresiasinya
d. Usut saldo awal akun aktiva tetap ke kertas kerja tahun lalu
e. Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap dalam ke dalam jurnal yang bersangkutan
f. Lakukan rekonsiliasi akun control aktiva tetap dalam buku besar ke buku pembantu aktiva tetap
Prosedur Analitik
2. Lakukan prosedur analitik
a. Hitung ratio berikut ini :
1) Tingkat perputaran aktiva tetap
2) Ratio laba bersih dengan aktiva tetap
3) Ratio tetap dengan modal saham
4) Ratio biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap
b. Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan, atau data lain
Kertas
kerja Tanggal pelaksanaan pelaksanaan
Pengujian terhadap transaksi rinci
3. Periksa tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi berikut
4. Periksa berkurangnya aktiva tetap ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi tersebut
5. Lakukan pemeriksaan pisah batas transaksi aktiva tetap
6. Lakukan review terhadap akun biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap
Pengujian terhadap saldo akun rinci
7. Lakukan inspeksi terhadap aktivat tetap
a. Lakukan inspeksi terhadap tambahan aktiva tetap
b. Lakukan penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan
c. Periksa dokumen yang mendukung pembayaran utang usaha seetelah tanggal neraca
8. Periksa bukti hak kepemilikan aktiva tetap dan kontrak
9. Lakukan review terhadap perhitungan depresiasi aktiva tetap
Verifikasi penyajian dan pengungkapan
10. Bandingkan penyajian aktiva tetap dengan Prinsip akuntansi berterima umum
a. Periksa klasifikasi aktiva tetap di neraca
b. Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tetap
4.4.2 Prosedur Pemeriksaan terhadap hutang dagang
Kertas
kerja Tanggal pelakasanaan Pelaksanaan
Prosedur Audit Awal
1. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun utang usaha yang akan diuji lebih lanjut
a. Usut saldo utang usaha yang tercantum di dalam neraca ke saldo akun utang usaha yang bersangkutan didalam buku besar
b. Hitung kembali saldo akun utang usaha di dalam buku besar
c. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun utang usaha
d. Usut saldo awal akun hutang usaha ke kertas kerja tahun yang lalu
e. Usut posting pendebitan akun hutang usaha ke dalam jurnal yang bersangkutan
f. Lakukan rekonsiliasi akun control utang usaha dalam buku besar ke buku pembantu utang usaha
Prosedur Analitik
2. Lakukan prosedur analitik
a. Hitung ratio berikut ini :
1) Tingkat perputaran utang usaha
2) Ratio utang usaha dengan utang lancar
b. Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yang didasarkan pada data masa lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan, atau data lain
Pengujian terhadap saldo akun rinci
7. Lakukan konfirmasi saldo akun rinci
a. Lakukan identifikasi penjualan besar dengan mereview register bukti kas keluar atau buku pembantu utang, arsip induk utang dan kirimkan konfirmasi kepada kreditur yang akun utang klien kepadanya memiliki karakteristik berikut ini : (1) bersaldo besar, (2) terdapat kegiatan pembelian yang luar biasa, (3) bersaldo kecil atau nol, dan (4) bersaldo debit
b. Lakukan penyelidikan dan sesuaikan jika terjadi perbedaan
c. Periksa dokumen yang mendukung pembayaran utang usaha setelah tanggal neraca
8. Lakukan rekonsiliasi utang usaha yang tidak di konfirmasi ke pernyataan piutang bulanan yang diterima oleh klien dari kreditur
Verifikasi penyajian dan pengungkapan
9. Bandingkan penyajian utang usaha dengan prinsip akuntansi berterima umum
a. Periksa klasifikasi utang usaha di neraca
b. Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha
c. Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan utang usaha non usaha
d. Mintalah informasi dari klien untuk menemukan komitmen yang belum diungkapkan dan utang bersyarat dan periksa penjelasan yang bersangkutan dengan utang tersebut
e. Bandingkan akun biaya dengan akun biaya yang sama tahun lalu atau biaya yang dianggarkan untuk mendapatkan indikasi kemungkinan adanya under statement utang lancer
Pengujian terhadap transaksi rinci
3. Periksa sampel transaksi utang usaha yang tercatat ke dokumen yang mendukung timbulnya utang usaha
a. Periksa pengendalian akun utang usaha ke dokumen pendukung : bukti kas keluar, laporan penerimaan barang, surat order pembelian, atau dokumen pendukung lain
b. Periksa pendebitan akun usaha ke dokumen pendukung : bukti kas masuk , memo debit untuk retur penjualan
4. Lakukan verifikasi pisah batas (out off) transaksi pembeli
a. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian dalam minggu terakhir tahun yang diaudit dan minggu pertama setelah tanggal neraca
5. Lakukan verifikasi pisah batas (out off) transaksi pengeluaran kas
a. Periksa dokumen yang mendukung transaksi pembayaran utang usaha dalam minggu terakhir tahun yang di audit dan minggu pertama setelah tanggal neraca
6. Lakukan pencarian utang yang belum dicatat
a. Periksa bukti yang mendukung transaksi pengeluaran kas yang dicatat setelah tanggal neraca
4.2.1 Prosedur pemeriksaan terhadap biaya dibayar dimuka
Berikut ini akan dibahas prosedur pemeriksaan yang terdapat dalam biaya dan pajak dibayar dimuka.

Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance test.
l. Pelajari dan evaluasi internal control atas biaya dan pajak dibayar dimuka.
a. Dalam hal ini internal control questionnoises yang digunakan tercakup dalam internal control questionnaires atas pengeluaran kas dan bank
 Apakah setiap pembayaran yang menyangkut biaya dan pajak dibayar dimuka didukung oleh bukti-bukti yang sah dan lengkap.
 Apakah pembayaran tersebut diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang.
 Apakah bukti setoran pajak, faktor pajak termasuk bukti pemotongan pajak oleh pihak ketiga di file dengan baik dan rapih.
 Apakah lease agreement, insurance policy di file dengan baik dan rapih.
a. Lakukan test transaksi ( compliance test ) atas biaya dan pajak dibayar dimuka.
2. Tarik kesimpulan mengenai internal control atas biaya dan pajak dibayar dimuka.

Prosedur Pemeriksaan Substantive sewa dibayar dimuka ( Prepaid Rent )
1. Minta rician ( schedule ) prepaid rent per tanggal neraca.
2. Check ketelitian perhitungan mathematis ( mathematical accuracy ).
3. Cocokan saldo prepaid rent per tanggal neraca dengan saldo buku bestir (general ledger) prepaid rent.
4. Cocokan saldo awal prepaid rent dengan kertas kerja pemeriksaan tahun lalu.
5. Lakukan vouching untuk pembayaran prepaid rent di tahun berjalan dan periksa lease agreement ( jika sudah dilakukan di compliance test, refen ke kertas kerja compliance test ).
6. Tie_Up / tie_in ( Cocokan ) total yang dibebankan sebagai biaya sewa ke buku besar biaya sewa. Dalam hal ini ada biaya sewa langsung dibebankan ke, perkiraan biaya sewa ( tanpa melalui prepaid rent ), jumlah biaya sewa di buku besar akan terlihat lebih besar.
7. Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.

Komunitas Blogger Ngawi