Rotating X-Steel Pointer

Minggu, 03 Oktober 2010

Pemeriksaan KAS & BANK

Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Kas dan Bank
1. Utk memeriksa apakah terdpt internal control yg baik
2. Utk memeriksa apakah saldo kas dan bank betulbetul ada dan dimiliki perush.
3. Utk memeriksa apakah ada pembatasan utk penggunaan saldo kas dan bank.
4. Utk memeriksa apakah saldo kas dan bank dlm valuta asing sudah dikonversikan ke dlm rupiah menggunakan kurs tengah BI.
5. Utk memeriksa apakah penyajiannya di Neraca sudah sesuai dg PABU.


Kas merupakan harta lancer perusahaan yang sangat menarik dan mudah ntuk diselewengkan . menurut SAK 1994:

1.Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
2.Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan mum perusahaan.

Contoh dari perkiraan2 yang biasa digolongkan sebagai kas dari bank adalah:
1.kas kecil
2.saldo rekening giro di bank.
3.Bon sementara
4.Bon-bon kas kecil yang belum d reimbursed
5.Check tunai yang akan d depositokan

Yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas&bank dlm neraca adl
1.deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari 3 bln
2.check kosong dan check mundur
3.dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund)
4.rekening giro yg tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena dibekukan

Tujuan pemeriksaan (audit objectivities) kas dan setara kas.
1.untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.

Beberapa ciri internal control:

1.Adanya pemisahan tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan yang mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan, memberikan otoritas atas pengeluaran dan penerimaan kas dan bank
2.Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus lain dari pegawai yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank dibuat setiap bulan dan harus ditelaah oleh kepala bagian akuntansi
3.Digunakannya impress fund system untuk mengelola kas kecil
4.Penerimaan kas, cek & giro harus di setor ke bank dalam jumlah seutuhnya
5.Uang kas disimpan di tempat yang aman
6.Uang kas harus dikelola dengan baik
7.dan lain-lain

2.Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca pertanggal neraca betul2 ada dan dimiliki oleh perusahaan, maksudnya auditor harus meyakinkan dirinya bahwa kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan betul2 ada dan dimiliki perusahaan dan bukan milik pribadi direksi atau pemegang saham. Karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi ke bank

3.untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan kas dan setara kas. Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya maka dana tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lain. Begitu juga jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum, maka saldo tersebut tidak boleh dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lancer.

4.untuk memeriksa seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing, apakah saldo tersebut sudah dikonversikan terhadap rupiah dengan menggunakan kurs dengan Bank Indonesia pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi tahun berjalan.

5.untuk memeriksa apakah penyajiannya neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umu di Indonesia.
Menurut SAK :
1.kas dan setara kas disajikan di neraca sebagai harta lancer
2.kas dan setara kas yang penggunaannya dibatasi dapat dimasukan dalam aktiva lancr hanya jika pembatasan tersebut dilakukan untuk menyisihkan dana untuk melunasi kewjiban jangka pendek atau jika pembatasan tersebut hanya berlaku selama satu tahun.
3.Saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek.

Program Pemeriksaan
1.Kas Kecil
Harus sesuai dengan kasus dan siapkan kertas kerja ,
1.perhitungan secara mendadak terhadap semua dana kas pada hari kerja pertama tahun buku 199C dengan disaksikan oleh kasir. Buatkan berita acara perhitungannya dan minta tandatagnagn kasir yang bersangkutan . (perhatikan bahwa sebelum perhitungan dilakukan , semua dana kas harus berada di bawah pengawasan anda.)
2.bandingkan hasil perhitungan dengan saldo buku besarnya . yakini suat perbedaan yang timbul telah diselesaikan dengan memuaskan.
3.siapkan daftar rincian bukti kas yang belum reimbursed (diisi kembali0, yakin approval dan ketepatan pembebanannya.

2.Bank
Kirim permintan konfirmasi positif bank per 31 desember 199B dan cut off rekening Koran bank minggu pertama bulan januari 199C kepada bank yang bersangkutan dan dapatkan rekonsiliasi bank per 31 desember 199B dari klien dan lakukan prosedur-prosedur berikut:
1.periksa kecermatan penjumlahannya
2.telusuri saldo per klien ke buku besar yang bersangkutan
3.bandingkan saldo per bank dengan rekening Koran bank-nya dan jawaban konfirmasi bank
4.telusuri undeposit collections ke rekening Koran cut off dan jurnal penerimaan kas bulan desember 199B
5.telusuri cek yang masih beredar (outstanding checks) ke rekening Koran cut off dan jurnal pengeluaran bulan desember 199B.
6.periksa reconciling items lainnya ( jasa giro , bunga materai, buku ceck, koreksi kesalahan bank dan sebagainya , jika ada) dengan menggungakan dokumen pendukungnya.
7.telusuri cek yang dibayarkan oleh bank dalam 3 hari sebelum dan sesudah tanggal neraca ke jurnal pengeluaran kas , dan yakini bahwa cek tersebut telah dicatat dalam eriode yang benar.
8.review semua nota debit yang muncul dalam rekenig Koran cut off dan tetntukan pengaruhnya terhadap saldo akhir tahun.

Komunitas Blogger Ngawi