Rotating X-Steel Pointer

Rabu, 01 September 2010

MODEL-MODEL PENILAIAN AKTIVA DAN PENENTUAN LABA ALTERNATIF

Hakikat dari perbedaan
Perbedaan-perbedaan yang terjadi di antara model-model penilaian aktiva dan penentuan laba alternatif timbul dari perbedaan atribut yang akan diukur dan satuan ukuran yang akan digunakan.
• Atribut-atribut yang akan diukur
Atribut dari aktiva dan kewajiban mengacu pada apa yang akan diukur yaitu :
1. Biaya historis
Mengacu pada jumlah kas atau setara kas yang telah dibayarkan untuk memperoleh suatu aktiva atau jumlah dari kewajiban setara kas.
2. Biaya penggantian
Mengacu pada jumlah kas atau setara kas yang akan dibayarkan, untuk memperoleh aktiva yang sama atau setara pada saat ini, atau yang akan diterima untuk mendatangkan kewajiban yang sama saat ini.
3. Nilai bersih yang dapat direalisasikan
Mengacu pada jumlah kas atau setara kas yang akan diperoleh melalui penjualan aktiva pada saat ini atau yang akan dibayarkan untuk melunasi kewajiban saat ini.
4. Nilai kapitalisasi atau nilai sekarang
Mengacu pada nilai sekarang dari arus kas bersih yang diharapkan untuk diterima dari penggunaan aktiva atau arus keluar bersih yang diharapkan akan dikeluarkan untuk melunasi kewajiban.
Pengklasifikasian atribut dapat diperoleh dalam tiga cara yaitu :
1. Menurut apa yang menjadi fokus di masa lalu, kini, dan masa depan.
2. Menurut jenis transaksi yang menimbulkannya.
3. Menurut sifat dari peristiwa yang mengawali pengukuran.

• Satuan-satuan ukuran
Pengukuran-pengukuran akuntansi keuangan dapat dilakukan dalam satu dari dua satuan ukuran yaitu : (1) satuan uang, atau (2) satuan tingkat daya beli. Di Amerika Serikat dan kebanyakan negara lainnya, laporan keuangan konvensional dinyatakan dalam satuan uang. Namun mengingat terjadinya penurunan dari tingkat daya beli atas dolar secara terus-menerus, satuan ukuran yang lain yaitu satuan tingkat daya beli telah sering dipresentasikan sebagai alternatif yang diinginkan karena satuan ini mengakui perubahan-perubahan yang terjadi dalam tingkat harga umum.

Dasar perbandingan dan evaluasi
• Kesalahan waktu
Kesalahan waktu terjadi ketika perubahan-perubahan nilai terjadi di suatu periode tertentu namun diperhitungkan dan dilaporkan di periode lain. Atribut yang dikehendaki adalah pengakuan perubahan-perubahan nilai di periode yang sama dengan periode dimana perubahan terjadi. Idealnya adalah “ laba dapat dikaitkan dengan keseluruhan proses dari aktivitas bisnis.”
• Kesalahan satuan pengukuran
Kesalahan satuan pengukuran terjadi ketika laporan keuangan tidak dinyatakan dalam satuan tingkat daya beli. Satuan pengukuran yang dikehendaki akan mengakui perubahan-perubahan yang terjadi dalam tingkat harga umum dalam laporan keuangan.
• Interpretabilitas
Agar suatu model akuntansi dapat diinterpretasikan, maka harus ditempatkan dalam suatu pernyataan “jika....maka...” untuk menyampaikan kepada para penggunanya pemahaman akan artinya sekaligus juga untuk mendemonstrasikan salah satu penggunaannya.
• Relevansi
Jika suatu model keputusan menetapkan satu atribut sebagai suatu masukan atau sebagai suatu perhitungan, maka atribut tersebut adalah relevan / memiliki manfaat terhadap model keputusan tersebut.

Ilustrasi dari model-model akuntansi yang berbeda
• Model-model akuntansi alternatif yang dinyatakan dalam satuan uang
1. Akuntansi biaya historis (akuntansi konvensional)
Ditandai dengan adanya :
a. penggunaan biaya historis sebagai atribut dari unsur-unsur laporan keuangan.
b. asumsi atas adanya suatu satuan moneter yang stabil.
c. prinsip pencocokan.
d. prinsip realisasi.
Laporan keuangan biaya historis :
a. memiliki kesalahan-kesalahan waktu.
b. memiliki kesalahan-kesalahan satuan pengukuran.
c. dapat diinterpretasikan.
d. tidak relevan.
2. Akuntansi biaya penggantian
Ditandai dengan adanya :
a. penggunaan biaya penggantian sebagai atribut dari unsur-unsur laporan keuangan.
b. adanya asumsi atas satuan moneter yang stabil.
c. prinsip realisasi.
d. dikotomisasi dari laba operasi serta keuntungan dan kerugian kepemilikan.
e. dikotomisasi dari keuntungan dan kerugian kepemilikan yang telah terealisasi dan belum terealisasi.
Laporan keuangan biaya penggantian :
a. memiliki kesalahan-kesalahan waktu dalam laba operasi.
b. memiliki kesalahan-kesalahan satuan pengukuran.
c. dapat diinterpretasikan sebagai NOD (number of dolars) untuk angka-angka laporan laba rugi dan sebagai COG (command of goods) untuk angka-angka aktiva.
d. memberikan ukuran-ukuran COG yang relevan hanya untuk angka-angka aktiva.
3. Akuntansi nilai bersih yang dapat direalisasikan
Ditandai dengan adanya :
a. penggunaan nilai bersih yang dapat direalisasikan sebagai atribut dari unsur-unsur laporan keuangan.
b. ada asumsi atas satuan moneter yang stabil.
c. ditinggalkannya prinsip realisasi.
d. dikotomisasi laba operasi serta keuntungan dan kerugian kepemilikan.
Laporan keuangan nilai bersih yang dapat direalisasikan :
a. tidak memiliki kesalahan-kesalahan waktu.
b. memiliki kesalahan-kesalahan satuan pengukuran.
c. dapat diinterpretasikan sebagai NOD untuk laba bersih dan sebagai COG untuk angka-angka aktiva.
d. memberikan ukuran-ukuran COG yang relevan bagi angka-angka aktiva.

• Model-model akuntansi alternatif yang dinyatakan dalam satuan tingkat daya beli umum
1. Akuntansi biaya historis yang telah disesuaikan dengan tingkat harga umum.
Ditandai dengan adanya :
a. penggunaan biaya historis sebagai atribut dari unsur-unsur laporan keuangan.
b. penggunaan tingkat daya beli umum sebagai satuan ukuran.
c. prinsip pencocokan.
d. prinsip realisasi.
Laporan keuangan biaya historis yang disesuaikan dengan tingkat harga umum :
a. memiliki kesalahan-kesalahan waktu.
b. tidak memiliki kesalahan-kesalahan satuan pengukuran.
c. dapat diinterpretasikan.
d. memberikan ukuran-ukuran COG yang relevan hanya untuk angka-angka kas (aktiva dan kewajiban moneter).

2. Akuntansi biaya penggantian yang telah disesuaikan dengan tingkat harga umum.
Ditandai dengan adanya :
a. penggunaan biaya penggantian sebagai atribut dari unsur-unsur laporan keuangan.
b. penggunaan tingkat daya beli umum sebagai satuan ukuran.
c. prinsip realisasi.
d. dikotomisasi laba operasi serta keuntungan dan kerugian kepemilikan riil yang terealisasi.
e. dikotomisasi keuntungan dan kerugian kepemilikan riil yang terealisasi dan yang belum terealisasi.
Laporan keuangan biaya penggantian yang disesuaikan dengan tingkat harga umum :
a. memiliki kesalahan-kesalahan waktu.
b. tidak memiliki kesalahan-kesalahan satuan pengukuran.
c. dapat diinterpretasikan.
d. memberikan ukuran-ukuran COG yang relevan dalam pasar masukan.


3. Akuntansi nilai bersih yang dapat direalisasikan yang telah disesuaikan dengan tingkat harga umum.
Ditandai dengan adanya :
a. penggunaan nilai bersih yang dapat direalisasikan sebagai atribut dari unsur-unsur laporan keuangan.
b. penggunaan tingkat daya beli umum sebagai satuan ukuran.
c. ditinggalkannya prinsip realisasi.
d. dikotomisasi laba operasi serta keuntungan dan kerugian kepemilikan riil.
e. dikotomisasi keuntungan dan kerugian riil yang terealisasi dan belum terealisasi.
Laporan keuangan nilai bersih yang dapat direalisasikan yang telah disesuaikan dengan tingkat harga umum :
a. tidak memiliki kesalahan-kesalahan waktu.
b. tidak memiliki kesalahan-kesalahan satuan pengukuran.
c. dapat diinterpretasikan.
d. memberikan ukuran-ukuran COG yang relevan dalam pasar keluaran.
Menuju ke arah solusi bagi masalah pelaporan keuangan dan perubahan harga
• Pelaporan keuangan dan perubahan harga : satu langkah maju
FASB mempertimbangkan beragam sistem-sistem akuntansi yang dapat dikelompokkan menurut kriteria-kriteria sebagai berikut :
1. Pengukuran persediaan dan aktiva tetap.
a. biaya historis.
b. biaya reproduksi saat ini.
c. biaya penggantian saat ini.
d. nilai bersih yang dapat direalisasikan.
e. nilai bersih yang dapat direalisasikan dari ekspektasi arus kas di masa mendatang (nilai dalam penggunaan).
f. jumlah yang dapat diperoleh kembali.
g. biaya saat ini.
h. nilai dari bisnis.
2. Konsep-konsep pemeliharaan modal.
a. pemeliharaan modal keuangan.
b. pemeliharaan modal fisik.
3. Unit-unit pengukuran.
a. pengukuran dalam dolar nominal.
b. pengukuran dalam dolar konstan.
Persyaratan dari FASB adalah sebagai berikut :
1. pengungkapan dolar konstan (tahun berjalan).
2. pengungkapan biaya saat ini (tahun berjalan).
3. data ringkasan lima tahun.
4. pembatasan.
5. Metodologi
FASB Statement no 33 meminta dilakukannya dua perhitungan laba tambahan, satu perhitungan berhubungan dengan pengaruh-pengaruh dari inflasi umum dan yang lainnya berhubungan dengan perubahan harga-harga khusus. Kedua jenis informasi tersebut dimaksudkan untuk membantu para pengguna mengambil keputusan tentang investasi, pinjaman, dan masalah-masalah lainnya dalam cara-cara khusus berikut ini :
a. penilaian arus kas masa mendatang.
b. penilaian kinerja perusahaan.
c. penilaian erosi kemampuan operasional.
d. penilaian erosi tingkat daya beli umum.