Rotating X-Steel Pointer

Sabtu, 17 Juli 2010

MANAGEMENT ACCOUNTING INFORMATION for ACTIVITY and PROCESS DECISIONS

Biaya Tertanam (Sunk Cost)
a. Sunk costs (biaya tertanam) sering menyebabkan masalah dalam pengambil keputusan:
b. Biaya-biaya sumber daya yang telah dilakukan dan tidak ada tindakan atau keputusan yang dapat diubah saat ini
– Tidak relevan untuk evaluasi alternatif karena sunk costs tidak dapat dipengaruhi oleh alternatif yang manajer pilih.

Keputusan Membuat atau Membeli
a. Sebagai manajer usaha untuk mengurangi biaya-biaya dan meningkatkan daya saing produk mereka, mereka menghadapi keputusan-keputusan apakah perusahaan mereka akan:
– Memproduksi beberapa bagian atau komponen untuk produk mereka di dalam perusahaan.
– Mensubkontrakkan ke perusahaan lain untuk mensupply bagian-bagian dan komponen tersebut.
b. Sebagaimana keputusan membuat atau membeli menggambarkan bagaimana mengidentifikasi biaya relevan dan pendapatan.
c. Sebuah perusahaan manufaktur membutuhkan sekitar 15% lampu untuk pabrik mobil-mobil mereka di Ohio.
d. Presiden perusahaan akan mengurangi biaya dan telah meminta manajer produksi untuk mengevaluasi kemungkinan pengadaan lampu dari luar.
e. Manajer produksi memperoleh kuota dari beberapa supplier untuk empat jenis lampu yang dibuat perusahaan.
– Lampu belakang
– Lampu depan
– Lampu warna belakang
– Lampu samping dan lampu belakang (lengkung)

Sistem Fasilitas Tata Ruang (1 of 2)
a. Untuk menambah pemahaman mengenai biaya relevan untuk beberapa keputusan yang mengubah aktivitas dan proses umum, manajer harus mempertimbangkan seluruh fasiliitas proses operasi
b. Ada tiga tipe umum desain fasilitas:
– Rancangan Proses
– Rancangan Produk
– Pabrikasi Selular
c. Tanpa mengabaikan tipe rancangan desain, sebuah tujuan akhir proses desain adalah untuk mengefektifkan operasi dan sehingga dapat meningkatkan sistem pendapatan usaha
d. Satu metode yang dapat memandu proses ini untuk ketiga desain tersebut adalah teori Constrain (TOC)
e. TOC menjaga bahwa pendapatan operasi dapat meningkat melalui proses pengaturan bottleneck secara hati-hati
– Bottleneck adalah kondisi dimana terdapat penghalang atau penghambat suatu proses yang efisien
– Bottleneck dapat diidentifikasi dengan menentukan point-point dimana jumlah lebih dari barang dalam proses yang dikumpulkan

Faktor-faktor Kualitatif
a. Untuk kebanyakan keputusan seperti ini, beberapa faktor tambahan yang lebih berkualitas, perlu dipertimbangkan:
– Penurunan harga secara permanen
– Kepercayaan supplier:
b. Kesesuaian dengan standar kualitas yang disyaratkan.
c. Pengiriman tepat waktu.
d. Banyak perusahaan telah menerapkan sertifikasi untuk supplier-supplier kecil yang tergantung dan konsisten dalam menyediakan barang-barang berkualitas tinggi yang dibutuhkan.
– Perusahaan memberikan insentif kepada supplier-supplier yang telah disertifikasi berupa pembayaran yang cepat dan garansi jumlah pembelian.

Teori Constrain (TOC)
a. Teori Constrain berdasar pada tiga ukuran :
– Kontribusi keluaran
– Investasi
– Biaya operasi
b. Kontribusi keluaran adalah perbedaan antara pendapatan dan bahan baku langsung untuk kuantitas produk terjual.
c. Investasi biaya bahan terdiri dari : Bahan mentah, barang dalam proses, dan persediaan barang jadi.
d. Biaya operasi adalah adalah seluruh biaya, kecuali biaya bahan baku langsung, yang diperlukan untuk mendapatkan kontribusi keluaran.

Teori Constraints
a. TOC menekankan pada optimasi batasan kontribusi progam jangka pendek
b. Penganut TOC memandang biaya operasi sebagai suatu pilihan yang sulit untuk program jangka pendek
– Oleh sebab itu, analisa aktivitas tipe ABC dan pemicu biaya (costs driver) tidak diselenggarakan.
– Hal ini membatasi kelangsungan penggunaan teori tersebut
– Secara teoritis, bagaimanapun bukan suatu alasan mengapa TOC dan ABC tidak dapat digunakan secara bersamaan.

Just-in-Time
a. Pabrikasi Just-in-time (JIT) adalah sistem pabrikasi yang efektif dan menyeluruh yang mengintegrasikan banyak gagasan.
b. Produksi Just-in-time membutuhkan pembuatan produk atau jasa hanya jika pelanggan internal atau eksternal menghendakinya.
c. Hal itu menggunakan suatu rancangan produk dengan arus yang berkelanjutan.
– Tidak ada keterlambatan saat mulai produkasi
– Harus ada suatu pengurangan yang substansial dalam susunan biaya dengan tujuan untuk menghapuskan jumlah barang yang diperlukan.
– Sistem proses harus dapat dipercaya

Implikasi Pabrikasi JIT
a. Pabrikasi Just-in-time adalah sederhana dalam teori tetapi sulit untuk dipraktekkan.
b. Beberapa perusahaan ragu-ragu untuk menerapkan JIT
– Tanpa adanya barang dalam proses masalah yang ada dalam sistem dapat menghentikan seluruh produksi
– Organisasi yang menggunakan pabrikasi just-in-time menghapuskan semua sumber kegagalan sistem.
– Proses produksi harus dirancang kembali sehingga bukan menjadi penghalang untuk memproses satu atau sejumlah kecil materi pada saat yang bersamaan.
– Hal ini biasanya mengurangi jarak bila barang dalam proses harus dikirim dan menggunakan pegawai yang sesuai dan perlengkapan yang dapat digunakan untuk semua jenis pekerjaan.
c. Proses JIT pada intinya adalah suatu kekuatan pekerja sangat terlatih; terlatih untuk menyelesaikan aktivitas yang menggunakan standard mutu yang paling tinggi
d. Ketika seorang karyawan menemukan suatu masalah dengan suatu komponen yang telah ia terima, adalah tanggung jawab karyawan itu untuk memberikan perhatian segera kepada masalah sedemikian rupa sehingga permasalahan tersebut dapat dikoreksi
e. Para penyalur harus mampu menghasilkan dan menyampaikan material pilihan atau komponen yang baru ketika mereka diperlukan
f. Pada banyak kejadian, perusahaan menjaga suatu kompetisi antara para penyalur komponen yang sama untuk dapat menyampaikan/mengirim mutu yang terbaik
g. Pada akhir periode kerja, penyalur yang melaksanakan kewajiban yang terbaiklah yang akan memperoleh suatu kontrak jangka panjang
h. Pemeliharaan pencegahan juga dilaksanakan sedemikian rupa sehingga kegagalan peralatan menjadi suatu peristiwa yang jarang terjadi.
i. Pabrikasi Just-In-Time mempunyai dua implikasi utama bagi manajemen akuntansi
– Pertama, akuntansi manajemen harus mendukung pabrikasi ke arah JIT dengan monitoring, identifikasi, dan berkomunikasi ke sumber pembuat keputusan yang menyebabkan penundaan, kesalahan, dan mengabaikan sistem tersebut.
– Ke dua, proses klarikal akuntansi manajemen disederhanakan oleh pabrikasi JIT, karena berkurangnya persediaan yang harus di monitor dan dilaporkan
j. Ukuran penting keandalan sebuah sistem JIT meliputi acuan-acuan siklus effektivitas pabrikasi berikut:
– Tingkat penolakan
– Siklus waktu
– Prosentase waktu yang digunakan secara tepat
– Keakuratan/ketepatan pesanan
– Produksi aktual sebagaimana sebuah prosentase produksi yang direncanakan.
– Jam kerja mesin aktual yang tersedia dibandingkan dengan jam kerja mesin yang direncanakan
k. Tenaga kerja konvensional dan rasio produktivitas mesin bukan merupakan filosofi produksi JIT.
l. Pabrikasi JIT telah memberi sebuah keuntungan kepada banyak organisasi.
m. Dalam menerapkan sistem ini memerlukan beberapa hal untuk diingat:
– Beberapa inovasi manajemen yang signifikan, seperti ABC atau JIT, membutuhkan perubahan budaya yang luas pada organisasi.
– JIT juga dapat mengubah langkah pekerjaan dan keseluruhan disiplin pekerjaan organisasi
n. Hal ini dapat menyebabkan perubahan struktural dalam area seperti susunan pengaturan took
o. Karena ide sentral dibalik JIT adalah untuk mengefektifkan usaha dan mengurangi waktu yang terbuang, banyak pihak yang berada di perusahaan merasa “sakit” saat dipersiapkan pada perubahan ini.
p. Karena JIT terletak pada tim kerja, sering secara individual mereka harus menyingkirkan kepentingan pribadi untuk kepentingan tim mereka.
q. Beberapa karyawan menemukan kesulitan ini, khususnya jika mereka datang dari lingkungan kerja dimana mereka bekerja pada komponen tunggal yang relatif terisolasi, atau kepribadian mereka tidak berorientasi pada kerja kelompok (team oriented)

Quality (Kualitas)
a. Kualitas biasanya dapat dilihat dari dua faktor utama, yaitu:
b. Kepuasan pelanggan berkaitan dengan atribut dan performa produk yang sesuai dengan harapan/keinginan.
c. Contoh: manfaatnya dan penjelasannya
d. Keyakinan bahwa aspek tehnik pada desain serta performa produk sesuai dengan standar pabrikasi.
e. Penampilan yang sesuai dengan standar yang diharapkan

Standar Kualitas
a. Kompetisi global mengharuskan pengembangan standar kualitas internasional
b. Sertifikasi perusahaan dibawah standar ini menunjukan kepada pelanggan bahwa manajemen telah terikat untuk mengikuti prosedur-prosedur dan proses yang memastikan memproduksi barang dan jasa dengan kualitas tertinggi.
c. Standar ISO 9000:2000 yang dikembangkan di Eropa adalah satu sertifikasi standar mutu yang dikenal secara luas