Rotating X-Steel Pointer

Selasa, 02 Februari 2010

AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA

Dalam kondisi inflasi, ada 2 masalah yang dihadapi akuntansi dengan kos historis :

  1. Masalah PENILAIAN : Nilai aktiva akan berubah dibanding aktiva lain walau daya beli uang tetap

  2. Masalah UNIT PENGUKUR : Unit moneter sebagai unit pengukur akan berubah pada saat inflasi


Perubahan harga ada 3 jenis :

  1. Perubahan harga UMUM : Perubahan nilai satuan uang, dinyatakan dalam index harga umum

Contoh : INDEX HARGA KONSUMEN

Inflasi : Index harga Umum cenderung naik dari waktu ke waktu

Kenaikan harga umum suatu periode dibanding periode sebelumnya : LAJU INFLASI

  1. Perubahan harga SPESIFIK : Perubahan harga barang dan jasa tertentu.

  2. Perubahan harga RELATIF : Mengukur tingkat penyimpangan perubahan harga barang / jasa tertentu terhadap perubahan harga umum seluruh barang/jasa.

Misal : Harga barang/jasa umum naik 10%,harga barang tertentu naik 32%, maka Perub.Harga Relatif : 12%.


Rerangka akuntansi pokok akan menentukan batas pengakuan transaksi sehingga data yang masuk dalam statemen keuangan dasar akan merupakan informasi yang minimal harus dipenuhi dalam pelaporan keuangan.

Berbagai usulan akuntansi untuk memperbaikki kelemahan akuntansi berbasis kos dapat diadopsi oleh rerangka akuntansi pokok tanpa harus mengganti struktur akuntansinya.


Masalah Akuntansi.

Perubahan harga menimbulkan masalah bagi akuntansi dalam hal penilaian unit pengukur dan pemertahanan kapital. Masalah penilaian berkaitan dengan dasar yang harus digunakan untuk mengukur nilai pos pada suatu saat. Masalah pemertahanan kapital berkaitan dengan pengertian laba sebagai selisih dua kapital yang harus ditentukan jenisnya (finansial / fisis).


Pos-Pos Moneter dan NonMoneter.

Perubahan harga mempunyai implikasi yang berbeda antara pos-pos moneter dan nonmoneter. Pos-pos moneter berkaitan dengan masalah untung / rugi daya beli sedangkan pos-pos nonmoneter berkaitan dengan untung / rugi penahanan.

Besar untung / rugi daya beli ditentukan dengan memisahkan pos moneter dan non moneter, karena untung dan rugi daya beli biasanya berhubungan dengan pos moneter netto.

Pos moneter berhubungan dengan aliran kas, pos non-moneter berhubungan dengan aliran potensi jasa fisik (non kas)


Aktiva moneter : klaim untuk menerima sejumlah rupiah di masa depan tanpa memperhatikan perubahan daya beli uang

Misal : kas, deposito, investasi dalam obligasi, piutang dagang, piutang wesel dan uang muka jaminan kontrak.

Aktiva non moneter : aktiva yang mengandung jumlah unit rupiah yang berubah dengan berjalannya waktu.

Misal : Persediaan barang dagangan, fasilitas fisik, investasi dalam saham dan goodwill


Untung/Rugi Daya Beli : berhubungan dengan penahanan pos moneter

Untung/Rugi fluktuasi harga : Berhubungan dengan pos non moneter


PERUBAHAN HARGA.

Perubahan harga adalah perbedaan jumlah rupiah untuk memperoleh barang / jasa yang sama pada waktu yang berbeda dalam pasar yang sama (masukan / keluaran). Perubahan harga terdiri atas perubahan harga umum, spesifik dan relatif. Perubahan harga umum mencerminkan perubahan nilai tukar / daya beli uang. Perubahan harga spesifik mencerminkan perubahan karakteristik barang tertentu akibat teknologi / selera terhadap barang. Perubahan harga relatif mencerminkan perubahan harga spesifik setelah pengaruh perubahan harga umum diperhitungkan.


DASAR PENGUKURAN :

  1. Harga masukan / kos pengganti

Kos penggantian aktiva milik perusahaan dengan aktiva sejenis

  1. Nilai Keluaran / Harga jual sekarang

Nilai sekarang aktiva diukur atas dasar harga aktiva seandainya perusahaan menjual aktiva tersebut

  1. Aliran kos diskontoan

Nilai sekarang aliran kas masa datang.


Sumber informasi penentuan kos sekarang :

  • Informasi harga dari pihak eksternal (mis : BPS)

  • Infomrasi harga dari perusahaan sendiri


Teknik pengukuran kos sekarang :

  • Langsung (direct pricing) : membebankan langsung bahan dan tenaga kerja ke aktiva

  • Per unit (unit costing)

  • Fungsional (functional pricing) : menentukan kos pengganti fungsi produksi bukan aktiva yang berdiri sendiri


Akuntansi Daya Beli Konstan.

Tujuan akuntansi daya beli konstan adalah mempertahankan kapital atas dasar daya beli. Untuk dapat menyajikan statemen keuangan berbasis daya beli, data kos historis harus dikonversi menjadi kos daya beli pada saat pelaporan

Dengan konsep daya beli konstan, daya beli dapat menjadi golongan kapital yang lain yaitu kapital daya beli. Kapital daya beli sebenarnya merupakan kapital finansial.

Akuntansi Kos Sekarang.

Tujuan akuntansi kos sekarang adalah mengukur laba suatu perioda dengan mempertahankan kapital semula atau mempertahankan kapital atas dasar kapasitas operasi / kemampuan untuk menyediakan barang/jasa dengan kuantitas yang sama dengan kapasitas / kemampuan kapital.

Akuntansi kos sekarang digunakan sebagai dasar. Ada dua perbedaan yang tampak,yaitu : Pertama, laba akan terbagi menjadi dua komponen yaitu laba akibat kegiatan operasi perusahaan dan laba akibat kegiatan menahan kapital fisis. Kedua, untung / rugi yang belum terrealisasi akibat penahanan aset dimasukkan dalam statemen laba-laba.

Berbagai teknik dan sumber informasi dapat digunakan untuk penentuan kos sekarang, yaitu :

1. Pengindeksan.

Sumber informasi berupa indeks harga yang dihasilkan pihak eksternal untuk kelompok barang / jasa yang diukur dan indeks harga yang dihasilkan sendiri oleh perusahaan berdasarkan catatan historis untuk kelompok barang / jasa yang diukur. Teknik ini memungkinkan digunakannya komputer untuk menyatakan kembali angka-angka dasar secara cepat.

2. Penghargaan Langsung.

Teknik ini membebankan secara langsung bahan dan tenaga kerja ke suatu aset / kelompok aset. Teknik ini biasanya berupa harga faktur sekarang, daftar harga dari penjual barang / jasa dan kos produksi standar yang menggambarkan kos sekarang.

3. Pengkosan Unit.

Teknik ini digunakan untuk menaksir kos reproduksi suatu barang. Teknik ini digunakan untuk barang / jasa yang tidak mempunyai pasar keluaran / barang yang bersifat khusus.

4. Penghargaan Fungsional.

Teknik ini digunakan untuk menentukan kos pengganti suatu fungsi produksi / pemrosesan dan bukannya suatu aset secara individual / kelompok aset yang masing-masing berdiri sendiri.


Akuntansi Hibrida.

Perbedaan karakteristik antara akuntansi daya beli konstan dengan akuntansi kos sekarang, yaitu :

AKUNTANSI DAYA BELI KONSTAN

AKUNTANSI KOS SEKARANG

  1. Mengatasi masalah unit pengukur.

  1. Mengatasi masalah penilaian.

  1. Merevisi / merevaluasi aset moneter pada akhir perido.

  1. Merevisi / merevaluasi aset nonmoneter secara terus-menerus.

  1. Menggunakan indeks harga umum karena sasarannya perubahan harga umum.

  1. Menggunakan indeks harga spesifik karena sasarannya perubahan harga spesifik.

  1. Mengabaikan untung/rugipe nahanan pada saat revaluasi.

  1. Mengabaikan untung / rugi daya beli.

  1. Mengungkapkan untung / rugi daya beli atas aset moneter neto.

  1. Mengungkapkan untung / rugi penahanan atas aset nonmoneter neto.

  1. Untung / rugi sebagai selisih lebih bermakna sebagai penyesuai daripada komponen laba dalam rangka pemertahanan kapital.

  1. Untung / rugi sebagai selisih laba lebih bermakna sebagai komponen laba daripada penyesuai kapital dalam rangka pemertahanan kapital.


















Standar Akuntansi Perubahan Harga.

Di Amerika, standar akuntansi mula-mula mewajibkan pelaporan pengaruh perubahan harga sebagai informasi pelengkap dengan berbagai argumennya. Kemudian standar tersebut diganti dengan berbagai standar baru yang tidak lagi mewajibkan tetapi tetap menganjurkan pelaporan pengaruh perubahan harga dengan berbagai argumennya. Akibatnya buku-buku teks akuntansi keuangan menengah tidak lagi memasukkan topik akuntansi perubahan harga. Walaupun demikian, pembahasan mengenai perubahan harga beserta teorinya tetap penting untuk memberi wawasan yang luas dan dalam khususnya bila perubahan harag cukup berarti dalam sistem perekonomian negara tertentu termasuk Indonesia.

Komunitas Blogger Ngawi